9 Cara Budidaya Cabe Rawit Untuk Pemula

Cara Budidaya Cabe Rawit – Banyak sekali dijumpai jenis – jenis cabe di Indonesia namun yang terpopuler adalah jenis cabe dari keluarga ‘capsicum’ yang menghasilkan varian untuk pemenuhan kebutuhan dapur sehari – hari dimana jenis cabe yang dimaksud antara lain : jenis cabe besar / ‘capsium annum L’, cabe merah besar dan cabe merah keriting / ‘capsicum annum var longum’, cabe hijau dan cabe rawit / ‘capsicum frutescens’ dan yang terakhir adalah jenis cabe hibrida.

9 Cara Budidaya Cabe Rawit Untuk Pemula
9 Cara Budidaya Cabe Rawit Untuk Pemula

Dalam budidaya cabe rawit, anda sebelumnya harus mengetahui tentang bagaimana sifat – sifat dan karakter dari cabe yang bersangkutan. Secara garis besar jenis cabe apapun hampir sama dalam hal budidaya terutama untuk anda yang berada di daerah dataran tinggi, tanaman ini sangat mudah untuk berbuah. Pada biji yang dihasilkan dari buah yang sudah siap panen lebih sedikit jika dibandingkan dengan daerah yang benar – benar tepat sehingga bobot pada buah cabe rawit menjadi mendekati sempurna.

Sebenarnya sangat mudah untuk membudidayakan cabe rawit jika anda sudah mengetahui syarat tumbuhnya, karena apabila anda bandingkan dengan cabe besar memiliki kecenderungan resiko yang banyak mengalami kerugian jika anda kurang ahli dalam hal ini.

Jika anda berniat untuk membudidayakan keduanya secara serempak kemungkinan besar jika cabe besar terkena hama dan penyakit maka hama dan penyakit bersangkutan dapat menyerang ke cabe rawit. Disarankan untuk tidak sekaligus membudidayakan dua jenis ini.

Cara Budidaya Cabe Rawit

Langkah pertama yang harus anda lakukan untuk budidaya cabe rawit adalah anda harus cerdas dalam memilih varietas apa yang cocok di daerah anda, dimana disarankan menggunakan varietas sebagai berikut : bara, pelita F1, taruna, dewata F1 dan juwita F1.

1. Pemilihan Benih Cabe Rawit

Anda bisa memilih jenis hibrida seperti jenis cabe rawit tersebut di atas. Jangan lupa untuk memperhitungkan modal utama yang akan anda gunakan diukur dan dijumlah dengan berapa kebutuhan akan bibit cabe rawit untuk luas lahan. Jika biaya ingin ditekan maka disarankan untuk membuat penyeleksian terhadap benih cabe secara manual yaitu membuat benih cabe sendiri yang dianggap cocok untuk kondisi lahan anda, benih yang akan dihasilkan pada umumnya di dapat dari tanaman yang sebelumnya sudah dipersiapkan, setelah masa dormansi selesai, maka disarankan benih yang dihasilkan dari masa panen ke 4 hingga ke 6 dan seterusnya kami menyarankan jangan digunakan lagi karena hasilnya akan menjadi lebih buruk jika dipaksakan dan akan menjadi kurang optimal.

Perlu untuk anda ketahui bahwa tanaman cabe bisa dipanen lebih dari 3 kali dimana pada masa panen mempunyai beberapa fase antara lain fase pertama hingga ketiga biasanya cabe yang dihasilkan masih berjumlah sedikit saja, kemudian untuk panen selanjutnya dan menjelang akhir panen, jumlah biji yang dihasilkan akan meningkat menjadi lebih banyak namun ukurannya kecil – kecil. Guna memilih benih cabe rawit yang baik maka pilih beberapa tanaman yang sehat dan berakar serta batang yang kuat. Selanjutnya pilih buah yang memiliki bentuk sempurna, bebas dari serangan penyakit dan hama. Kemudian biarkan buah tersebut menua dengan sendirinya di pohon, kalau memungkinkan supaya buah mengering di pohon.

Setelah buah dikumpulkan maka selanjutnya potong dengan arah membujur pada kulit buah. Lalu anda memisahkan antara kulit buah dan biji yang terdapat dibagian ujung – ujung buah untuk diambil bagian tengah buah yang dianggap lebih berkualitas dibandingkan dengan biji – biji yang terdapat pada bagian ujung buah. Rendam semua biji yang sudah anda seleksi dalam larutan air bersih dengan tujuan agar biji bersih dari kotoran yang menempel. Di dalam air bersih anda bisa membedakan mana biji yang baik dan mana yang busuk akan mengapung di atas permukaan air maka dibuang saja kemudian siapkan wadah untuk menjemur biji selama 3 hari.

2. Persemaian Benih Cabe Rawit

Sebelum memulai menanam maka hitunglah kebutuhan benih anda dimana jika anda menanam dengan luas sekitar satu hektar maka dipastikan anda membutuhkan sekitar 0,5 Kg benih cabe rawit untuk selanjutnya semai ‘nursery’ dengan diberikan naungan yang bertujuan untuk menghindari sinar matahari secara langsung, menjaga kestabilan suhu, menghindari dari air hujan, kelembaban yang terjaga dan terpaan angin.

Siapkan ‘polybag’ berukuran 5 x 10 Cm dimana masing – masing polybag diisi tanah lalu semai hingga ¾ bagian. Untuk menyiapkan media persemaian, anda bisa mencampur sendiri tanah , arang sekam, dan kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1 yang mana media semai haruslah berstruktur gembur dan halus dengan tujuan untuk mempermudah perakaran benih, dimana untuk mencapai struktur tersebut anda perlu mengayak semua bahan tersebut di atas.

Apabila semua bahan sudah siap langkah selanjutnya adalah rendam kembali biji – biji pilihan tadi dalam air hangat – hangat kuku selama sekitar 6 jam dengan tujuan agar menghilangkan proses ‘dormansi’ biji cabe rawit. Barulah biji – biji tadi ditanam ke dalam polybag yang sudah dipersiapkan sedalam 0,5 Cm dan tutup kembali biji dengan tanah semai. Setelahnya lakukan perawatan dengan penyiraman secara teratur setiap pagi dan sore hari. Agar kucuran air tidak terlalu deras maka disarankan menggunakan penutup bagian atas benih dengan menggunakan kertas koran. Siram dengan memakai ‘gembor’ jika anda menggunakan gembor agar air yang turun akan jatuh pada polybag secara perlahan – lahan dan kestabilan kelembaban tetap terjaga karena kertas koran yang digunakan sebagai bahan penutup tersebut. Lewat dua minggu dapat dipastikan bibit siap tanam. Pada hari ketujuh bibit sudah mulai tumbuh nah baru bisa dipindahkan ke lahan terbuka setelah berdaun 4 s/d 6 helai atau kira – kira berumur 1 hingga 1,5 bulan.

3. Tahap Pengolah Lahan Dan Penanaman Cabe Rawit

Setelah bibit disiapkan kemudian anda menyiapkan lahan untuk penanaman, adapun pengolahan lahan dapat anda gunakan dengan cara membajak hingga kedalaman 40 Cm bisa diukur dengan pH tanah jika diketahui kondisi lahan terlalu asam maka anda dapat menetralkannya dengan menambahkan ‘kapur dolomit’ biasanya diberikan dengan kisaran antara 1 s/d 4 ha / ton tergantung dari tingkat keasaman terhadap lahan itu sendiri.

Persiapkan bedengan dengan masing – masing lebar antara 100 s/d 110 Cm dan tinggi antara 30 s/d 40 Cm dan panjang tergantung dengan lahan anda, jarak antara lebar berkisar 60 Cm. Apabila kondisi tanah kurang unsur hara maka anda harus menambahkan pupuk dasar atau bisa dengan ‘urea’, ‘sp36’, dan ‘KCL’ secukupnya saja. Bisa juga ditambahkan dengan pupuk ‘mulsa hitam perak’ tetapi mengeluarkan biaya yang agak mahal. Untuk meringankan biaya maka disarankan mengaplikasikan ‘mulsa organik’ saja dengan memanfaatkan jerami dan potongan batang jagung dihaluskan.

Baca Juga :

Siapkan lubang tanam dengan mengaplikasikan pola ‘zig – zag’ tidak sejajar berukuran 50 s/d 60 Cm dibuat dalam dua baris pada sebuah bedengan berjarak antar baris sekitar 60 Cm. Kondisi ini bermanfaat untuk dapat meningkatkan ‘penetrasi’ sinar matahari dan sirkulasi udara. Selanjutnya adalah tahap ‘transplanting’ yaitu pemindahan bibit dari polybag ke lahan, sobek sedikit saja pada bagian polybag lalu masukkan ke dalam lubang tanam dan tutup perakaran dengan memakai tanah. Lakukan transplanting ketika pagi atau hari menjelang sore. Tanam dengan cepat dan rapi dalam 1 ha sehari serentak.

4. Perawatan Dan Pemeliharaan Cabe Rawit

Pemeliharaan terhadap tanaman cabe rawit cukup mudah dilakukan yaitu dengan penyiraman bisa dilihat dari kelembaban tanaman, apabila tanah mengering anda wajib menyiram dengan air dengan tingkat kelembaban kisaran 70 persen dari total keseluruhan. Anda dapat mengaplikasikan sistem ‘leb bedengan’ dengan merendam semua bedengan pada ketinggian setengah dari bedengan dimana metode ini hanya bisa dilakukan bila banyak tersedia air.

5. Tahapan Pemupukan Susulan

Setelah pemupukan pertama kali selesai dilakukan maka selanjutnya anda harus menambahkan pupuk susulan kisaran umur tanaman cabe rawit 1 bulan dan selanjutnya setiap panen secara rutin diberi pupuk susulan. Pupuk yang diberikan adalah organik atau kompos atau dengan pupuk cair ditambahkan dengan cara dilarutkan dengan perbandingan 100 ml / tanaman. Jika yang diaplikasikan adalah pupuk kompos maka berikan antara 500 s/d 700 gram / tanaman atau menggunakan pupuk NPK dan urea.

6. Fase Penyiangan

Jika anda tidak menggunakan mulsa maka penyiangan harus rutin dilakukan untuk menghindarkan pertumbuhan gulma.

7. Tahap / Fase Pengendalian Hama Dan Penyakit Cabe Rawit

Pada tahapan ini biasanya tanaman cabe rawit sangat kuat dalam menghadapi hama dan penyakit. Namun bukan tidak mungkin akan terserang hama dan penyakit maka anda harus mengantisipasi sebelum tetanaman anda terserang penyakit.

8. Fase Pengendalian penyakit Cabe Rawit

Hama penyakit pada tanaman cabe rawit yang umum ditemukan adalah ‘aphis’, lalat buah, dan ‘kapik’.

Penyakit yang umum menyerang adalah ‘penyakit patek’, keriting daun yang muncul ketika sedang musim hujan dikarenakan pH asam basa dari air hujan yang tersisa masih menempel pada daun cabe rawit.

9. Tahapan Pemanenan Cabe Rawit

Secara garis besar panen bisa dilakukan pada umur 2,5 s/d 3 bulan sejak masa tanam. Pemanenan dilakukan hingga tanaman cabe mencapai umur 6 bulan lebih dimana umur maksimal cabe rawit adalah kisaran 24 bulan. Panen dalam sekali tanam dapat mencapai hingga 15 s/d 18 kali dengan perhitungan dimulai pada umur tua tanaman cabe akan menghasilkan panen yang berkurang dengan kualitas cabe akan mulai menurun sehingga tidak ekonomis lagi. Tetapi jika berhasil maka anda bisa memanen sekitar 30 ton / ha bahkan lebih dari jumlah ini. Disarankan untuk memanen cabe rawit pada waktu pagi hari dengan cara memetik buah beserta tangkainya. Buah yang sempurna bentuknya ramping dan padat berisi bercita rasa pedas sehingga dihargai lebih tinggi di pasar dibandingkan dengan buah yang besar namun ‘kopong’.

Demikian kami menjelaskan tentang cara budidaya cabe rawit, semoga dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Terimakasih.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *