Cara Budidaya Tanaman Nanas

Cara Budidaya Tanaman Nanas – Bagi masyarakat Indonesia, buah nanas tentunya merupakan buah yang familiar di kehidupan kita.

Hampir semua masyarakat Indonesia mungkin mengetahui dan bahkan pernah mencicipi buah ini. Buah nanas sendiri memiliki keunikan dalam bentuknya dimana tubuhnya yang bersisik serta memiliki daun yang panjang dan runcing. Nanas juga merupakan tanaman yang dapat hidup baik di iklim kering maupun basah, baik di curah hujan tinggi maupun rendah, sehingga dalam budidaya nanas sebenarnya tidak ada permasalahan terkait cuaca.

Nanas dapat tumbuh subur pada daerah dengan suhu 23-32oC. Meski tidak bermasalah dengan cuaca, budidaya nanas harus pada tanah yang memiliki pH antara 4.5-5.5 tidak boleh kurang ataupun lebih, karena hal ini akan berdampak pada pertumbuhan nanas nantinya.

Dalam melakukan budidaya nanas, pemilihan bibit sangat perlu diperhatikan dalam menentukan hasil panen nantinya. Bibit dapat diambil dari tanaman yang memiliki kualitas baik, seperti memiliki daun yang tebal dan memiliki warna yang segar, tanaman yang sehat yang terhindar dari hama dan penyakit. Proses pembibitan nanas dapat dilakukan dengan dua cara yaitu generatif dan vegetatif.

Cara vegetatif umumnya lebih efisien karena tidak memerlukan waktu yang lama dalam proses pembuahan dan dapat menggunakan tunas batang atau dengan cara stek batang. Setelah bibit siap, maka selanjutnya adalah menyiapkan lahan yaitu dengan membuat bedengan untuk memudahkan sistem drainasi, dan jarak antar bedengan berkisar 90-150 cm. Untuk menyeimbangkan kadar pH tanah maka dapat dilakukan pengapuran dengan menggunakan bahan Calcit, Zeagro, Dolomit dan bahan kapur terlebih dahulu.

Setelah lahan siap, penanaman bibit nanas dapat dilakukan dengan menananm sampai 3-5 cm bagian pangkal batang nanas tertimbun tanah.

Tanam satu bibit untuk masing-masing satu bibit tiap lubang tanam. Lalu padatkan kembali tanah disekitar bibit tanaman yang sudah ditanam agar tanaman nanas tidak mudah roboh, dan lakukan penyiraman hingga tanah tersebuh basah dan lembab.

Setelah proses penanaman selesai, selanjutnya adalah dengan melakukan proses pemeliharaan. Proses pemeliharaan dapat dilakukan dengan secara rutin melakukan penyiraman, melakukan penyulaman atau penggantian tanaman yang mati dengan tanaman baru apabila tanaman ditemukan terserang hama atau penyakit, lakukan pula penyiangan untuk mencegah hama dan gulma, dan tidak lupa untuk melakukan pemupukan pada saat usia tanam mencapai 2-3 bulan dan dapat dilanjutkan kembali dengan tempo 3-4 bulan sekali hingga tanaman nanas tersebut berbuah dan berbunga. Pupuk yang digunakan dapat berupa pupuk Urea 100kg, SP-36 sebanyak 150kg dan pupuk KCL 100kg untuk setiap hektar lahan tanam.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *