Pengertian dan Unsur Estetika

Pengertian dan Unsur Estetika – Setiap kali melihat suatu hal yang indah, kita pasti tertarik. Keindahan dapat ditemukan dalam berbagai hal, namun keindahan sifatnya subjektif, artinya tak semua orang menyetujui parameter keindahan yang sama.

Pengertian dan Unsur Estetika
Pengertian dan Unsur Estetika

Walaupun demikian, keindahan dapat dinilai. Melalui estetika, suatu keindahan dipelajari dan dinilai. Estetika berasal dari bahasa Yunani, aistheikos yang berarti persepsi sebuah rasa.

Pengertian dan Unsur Estetika

Melalui persepsi rasa inilah keindahan didefinisikan, atau lebih tepatnya dinilai. Estetika dalam dunia modern berarti bersentuhan dengan pengalaman estetika, keindahan yang ada di dunia, keburukan, keindahan yang menimbulkan kekaguman yang kuat, keindahan dari sebuah rasa, kritik dan karya seni serta pujian, perasaan bahagia dan pesona.

Estetika juga bisa berarti suatu cabang filsafat yang menelaah dan membahas tentang seni dan keindahan serta tanggapan manusia terhadapnya. Salah satu filsuf yang terkenal dengan konsepnya mengenai estetika adalah Immanuel Kant, seorang filsuf dari Jerman.

Menurut Immanuel Kant, bagian penilaian dari manusia membuatnya dapat merasakan pengalaman dengan keindahan dan menangkap pengalaman mengenai keindahan sebagai sesuatu yang tertata secara natural. Dia juga percaya bahwa penilaian estetika tidak jauh berbeda dengan penilaian kognitif dan memiliki kesamaan dengan penilaian moral.

Estetika melibatkan sebuah penilaian serta melibatkan pengalaman. Unsur estetika terdiri dari empat bagian, yaitu bentuk, warna, tema atau ide yang ingin disampaikan oleh pembuat karya seni dan motif serta hiasan. Dahulu kala, manusia membuat barang berdasarkan kegunaannya, dengan sedikit memedulikan mengenai estetika, maka dari itu benda dengan bentuk awal terlihat lebih sederhana.

Namun, karena sifat manusia memang menyukai hal yang indah, karena melihat sesuatu yang indah akan membuat senang, sehingga mulailah barang dengan desain yang estetik dibuat, melalui karya seni.

Komposisi estetika dalam pembuatan sebuah objek berbeda antar satu sama lain, begitupun antar satu kebudayaan dengan kebudayaan lain.

Misalnya dalam budaya Jepang. Elemen yang estetika dalam kebudayaan Jepang terletak pada ketidaksempunaan melalui asimetris sebuah objek, keindahan dengan menghindarkan suatu hal yang vulgar, kesederhanaan dan keindahan yang diperlihatkan secara halus, hal yang tersembunyi dan tetap tersimpan sebagai misteri serta kedisiplinan.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *