Penjelasan Mengenai Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Alpukat

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Alpukat  – Sekedar informasi, tanaman buah alpukat dapat tumbuh dengan sempurna di dataran rendah dan akan berbuah lebih lebat jika ditanam pada ketinggian 200 s/d 1000 mdpl. Tanaman ini biasa ditanam di daerah tropis maupun subtropis dengan curah hujan dalam jumlah tinggi dan suhu optimal buah alpukat mampu tumbuh antara 12,8 s/d 18,3 derajat Celcius.

Penjelasan Mengenai Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Alpukat
Penjelasan Mengenai Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Alpukat

Pertama kali ditemukan tumbuh dengan subur di Meksiko dan Amerika Tengah dimana seiring berjalannya waktu maka tanaman buah alpukat dapat dikenal hingga ke seluruh penjuru dunia.

Tentang Klasifikasi Tanaman Alpukat

Klasifikasi alpukat dapat dijabarkan sebagai berikut :

  • Kingdom : Plantae / tumbuhan
  • Sub kingdom : Trachebionta / tumbuhan berpembuluh
  • Super divisi : Spermatophyta / tanaman berbiji
  • Divisi : Magnoliophyta / tanaman berbunga
  • Kelas : Magnoliopsida / tumbuhan dikotil
  • Sub kelas : Magnoliidae
  • Ordo : Laurales
  • Famili : Lauraceae
  • Genus : Persea
  • Spesies : Persea Americana

Baca Juga : Proses Karbohidrat Dipecah Menjadi Energi

Tentang Morfologi Tanaman Buah Alpukat

Setelah anda mempelajari tentang klasifikasi sederhana tersebut di atas maka langkah selanjutnya adalah anda memahami tentang morfologi tanaman buah alpukat yang akan kami jabarkan tersebut di bawah ini :

1. Tentang Tanaman Buah Alpukat Pada Akar

Buah alpukat dikenal sebagai salah satu tanaman buah dengan biji berkeping dua atau dikotil dan memiliki sistem perakaran adalah akar tunggang dengan panjang bisa mencapai sekitar 5 hingga 10 meter atau lebih. Keanekaragaman panjang akar bersangkutan tergantung dari varietas tanaman alpukat. Akar alpukat mempunyai fungsi utama yakni menyerap air dan zat – zat hara yang berasal dari dalam tanah, juga akar ini berfungsi untuk menopang tegaknya batang alpukat agar tetap berdiri kokoh.

2. Tentang Batang Tanaman Buah Alpukat

Adapun batang tanaman buah alpukat mempunyai tekstur berkayu yang kokoh dan berkambium serta berbentuk bulat sempurna. Ciri khas dari tanaman ini adalah memiliki batang berwarna coklat sehingga banyak dimanfaatkan sebagai pewarna coklat. Batang tanaman buah alpukat mempunyai percabangan yang banyak dimana percabangan yang dimaksud berfungsi sebagai tempat melekatnya daun alpukat. Jika anda perhatikan lebih teliti maka ranting tanaman alpukat mempunyai rambut – rambut halus pada permukaannya.

3. Tentang Daun Tanaman Buah Alpukat

Daun pada tanaman ini memiliki tipe tunggal bertangkai yang rata – rata panjangnya berkisar antara 1,5 s/d 5 Cm berbentuk bulat telur memanjang dengan tekstur daun agal tebal berlapis lilin dan menyerupai kulit dengan ujung dan bagian pangkalnya yang meruncing. Pada bagian pinggir daun kadang – kadang menggulung ke bagian atas ketika siang hari dengan memperlihatkan tulang daun yang berbentuk menyirip, yang mana panjang daun alpukat bisa mencapai kisaran 20 Cm dengan lebar sekitar 10 Cm.

Ada sedikit perbedaan antara daun muda dengan daun tua yakni pada daun muda warnanya hijau kemerahan dengan berisikan rambut – rambut halus sementara pada daun tua warnanya hijau tua dengan permukaan yang mengkilat.

4. Tentang Bunga Tanaman Buah Alpukat

Bunga dari tanaman buah alpukat termasuk ke dalam kelompok bunga majemuk yang memiliki alat kelamin ganda yakni di dalam satu bunga mengandung dua alat kelamin jantan dan betina. Bunga tanaman ini terlihat pada ketiak daun dalam bentuk malai. Bunga alpukat berbentuk menyerupai bintang sedangkan sistem penyerbukannya bersifat biasa saja yang dibantu oleh serangga, angin, hujan serta hewan – hewan lain di sekitarnya.

5. Tentang Buah Tanaman Alpukat

Seperti diketahui bahwa tanaman buah alpukat tergolong sebagai tanaman buah buni yang memiliki bentuk bulat telur dengan panjang rata – rata antara 5 s/d 20 Cm. Buah ini memiliki warna hijau atau kekuningan tergantung tingkat kematangan buah dan ada juga yang berbintik – bintik hijau keunguan pada permukaan kulitnya. Saat daging buah alpukat sudah matang (di pohon) tekstur buahnya akan berubah menjadi lunak dengan warna hijau kekuningan yang cantik dan menarik mengeluarkan aroma khas buah alpukat yang agak wangi. Sedangkan untuk ketebalan daging buah tergantung dari varietas buah alpukat itu sendiri. Di bagian tengah buah seperti terpusat terdapat biji tunggal yang memiliki ukuran besar dengan rata – rata berat buah alpukat berkisar antara 200 s/d 400 gram tetapi pada beberapa jenis alpukat ada yang mampu mencapai berat antara 600 s/d 700 gram.

6. Tentang Biji Tanaman Buah Alpukat

Biji tanaman buah alpukat berada di tengah – tengah buah dengan dibungkus oleh kulit biji yang berwarna putih dan memiliki fungsi sebagai pembatas antara daging dan biji. Biji ini memiliki bentuk bulat telur dan berdiameter sekitar 2,5 s/d 5 Cm. Biji mempunyai keping yang berwarna putih kemerahan yang mana berdasarkan perkembangannya biji – biji alpukat ini termasuk ke dalam tipe hypogeal yakni perkembangan kotiledon tetap berada di dalam tanah. Bagi manusia, biji alpukat banyak diambil minyaknya untuk kosmetik atau untuk pengobatan. Sementara itu, bagi tumbuhan alpukat, biji berfungsi sebagai alat untuk memperbanyak diri.

Biji tanaman buah alpukat dapat tumbuh dan berkecambah apabila ditanam pada tanah subur yang banyak mengandung zat hara dan tersedia air dalam jumlah yang mencukupi.

Nah itulah penjelasan singkat dari kami tentang klasifikasi dan morfologi tanaman buah alpukat, semoga artikel tersebut di atas dapat menambah pemahaman anda mengenai ciri – ciri penamaan buah alpukat.

Baca Juga : Morfologi dan Klasifikasi Buah Naga

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *