Penjelasan Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Aren

Tanaman aren merupakan tanaman yang berasal dari kawasan Asia tropis dan tersebar di wilayah India timur bagian barat, Asia tenggara, Malaysia, Indonesia hingga Filipina. Tanaman ini dapat tumbuh di lingkungan dengan iklim tropis di kawasan perbukitan, lereng atau tebing sungai yang memiliki kelembapan yang tinggi. Tanaman ini biasanya dibudidayakan di tempat dengan ketinggian 500-800 mdpl dengan suhu sekitar 25ÂșC.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Aren
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Aren

Walaupun tanaman aren merupakan tanaman yang adaptif, namun tanaman ini termasuk tanaman yang dilindungi di Indonesia walaupun belum berstatus terancam punah. Tanaman aren memang masih jarang dibudidayakan karena hasil reproduksi aren baru bisa dilihat paling cepat sekitar 6-7 tahun. Tanaman aren yang biasanya berada di alam liar biasanya disebarkan oleh air atau musang.

Bila ingin melakukan budidaya tanaman aren, benih harus didapatkan dari indukan yang baik. Ciri indukan tanaman aren yang bagus diantaranya adalah memiliki batang yang besar dengan pelepah daun yang besar serta daun yang lebar dan panjang. Memiliki akar tunggul dengan akar serabut yang halus dan tunggul akar yang lebih besar dari batangnya. Memiliki buah yang banyak dan besar dengan ijuk yang banyak serta halus.

Baca Juga : Morfologi Alamanda

Klasifikasi Tanaman Aren

  • kingdom : plantae
  • subkingdom : viridiplantae
  • superdivisi : embryophyta
  • divisi : tracheophyta.
  • subdivisi : spermatophyta
  • kelas : magnoliopsida
  • superordo : lilianae
  • ordo : arecales
  • famili : arecaceae
  • genus : arenga
  • spesies : arenga pinnata.

Morfologi Tanaman Aren

  • Akar

Tanaman aren merupakan tanaman yang memiliki akar serabut. Termasuk ke dalam golongan tanaman monokotil.

  • Batang

Tanaman aren memiliki batang yang berdiri tegak dan kokoh yang dapat tumbuh hingga 25 m dengan diameter hingga 65 cm. Batang aren diselimuti oleh serabut berwarna hitam di bagian atasnya dan bagian ini disebut sebagai injuk. Batang aren bertekstur kayu pada bagian luar dan agak lunak serta berserabut pada bagian dalam yang sering disebut sebagai empulur.

  • Daun

Tanaman aren memiliki daun majemuk dengan sirip ganjil seperti daun kelapa. Panjang dari daun aren dapat mencapai 5m dengan tangkai yang berukuran 1,5m. Tanaman aren memiliki anak daun yang bentuknya seperti pita bergelombang memiliki warna hijau gelap serta bagian bawah berwarna keputihan dikarenakan lapisan lilin yang dimilikinya.

  • Bunga

Bunga pada tanaman aren menyatu antara bunga betina dan bunga jantannya menjadi tongkol dengan benang sari yang jumlahnya banyak dan kelapa sari yang berbentuk jarum. Bunga tanaman aren tumbuh diantara ketiak daun. Biasanya, bakal buah dan putik memiliki jumlah tiga dengan warna putih dan mahkota yang juga terbagi menjadi tiga dan berwarna keputihan.

  • Buah

Buah dari tanaman aren adalah buah buni yang memiliki bentuk bulat dengan diameter sekitar 4 cm. Buah ini memiliki tiga ruang dan memiliki tiga biji yang tersusun dalam untaian yang menyerupai rantai. Setiap tandan dari buah tanaman aren akan memiliki setidaknya 10 tangkai dengan 50 butir buah berwarna hijau hingga coklat kekuningan. Kulit buah aren berwarna hijau dan berubah menjadi kuning saat tua. Buah ini terdiri dari kulit luar, daging buah dan kulit biji. Daging buah dari tanaman aren memiliki warna putih kekuningan dengan kulit biji berwarna kuning dan tipis dan mengeras serta berubah menjadi hitam setelah matang. Terdapat dua atau tiga butir biji inti pada buah aren yang warnanya putih dan memiliki salut batok tipis yang keras. Pada buah yang masih muda akan memiliki inti yang lunak dan warnanya agak bening.

Baca Juga : Manfaat Terbaik Kunyit Putih

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *