Penjelasan Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bambu

Tanaman bambu hampir selalu bisa ditemukan di daerah yang memiliki iklim tropis hingga iklim dingin pegunungan. Tanaman bambu tersebar di berbagai wilayah Asia sepanjang 50° lintang utara daerah Sakhalian hingga Australia bagian utara, Sub Sahara Afrika, India bagian barat hingga Himalaya serta Amerika terutama bagian selatan.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bambu
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bambu

Di Indonesia, tanaman bambu bisa ditemukan di sepanjang wilayah Indonesia dengan total 159 spesies tanaman bambu yang ada di Indonesia.

Diantara 159 spesies tersebut, 88 spesies diantaranya merupakan spesies endemik. Beraneka ragam tanaman bambu yang tumbuh di berbagai belahan Indonesia menjadikan Indonesia sebagai salah satu pengekspor bambu terbesar di dunia. Tanaman bambu dapat dibudidaya pada lahan basah maupun lahan kering karena sifatnya yang adaptif dan mudah tumbuh.

Namun biasanya lahan basah lebih dapat ditanami berbagai jenis tanaman bambu daripada lahan kering. Tanaman bambu dapat tumbuh dengan cepat yaitu sekitar 60cm per hari dan bila pada iklim yang bagus, maka dapat tumbuh lebih cepat dari itu.

Melakukan budidaya tanaman bambu akan sedikit membutuhkan persiapan lebih meliputi pembukaan lahan dengan mempertimbangkan jarak tanam, persiapan ajir dan pupuk organik serta pembuatan lubang tanam.

Baca Juga : Klasifikasi Lumut Daun

Klasifikasi Tanaman Bambu

Nama latin dari tanaman bambu adalah Bambusa vulgaris, sedangkan klasifikasi tanaman bambu dapat digolongkan dalam:

  • kingdom : plantae
  • subkingdom : viridiplantae
  • super divisi : embryophyta
  • divisi : tracheophyta
  • sub divisi : spermatophyta
  • kelas : magnoliopsida
  • super ordo : liliane dan
  • ordo : poales.
  • famili : poaceae
  • genus : bambusaa schreb
  • spesies : bambusa vulgaris

Morfologi Tanaman Bambu

  • Akar

Akar tanaman bambu dapat ditemukan di bawah tanah dan membentuk percabangan dengan bagian akar rimpang bambu lebih sempit dari bagian ujung. Setiap ruas akar bambu memiliki kuncup dan akar yang berkembang menjadi rebung.

  • Batang

Pada tanaman bambu, batang bambu muncul dari akar rimpang. Ketika batang tersebut telah tua, batang akan mengeras dan batang tersebut akan memiliki rongga. Batang tanaman bambu dapat mencapai tinggi 0,3 meter hingga 30 meter dengan diameter pada batangnya mencapai 0,25 sampai 25 cm dan ketebalan dinding mencapai 25 mm. Bentuk dari batang bambu adalah silinder memanjang dan terbagi ke dalam berbagai ruas. Daun yang disebut dengan pelepah batang akan menyelimuti batang bambu dan daun ini akan gugur ketika dia sudah tua. Pada pelepah batang bambu memiliki perpanjangan batang yang bentuknya segitiga dan perpanjangan batang ini disebut dengan subang. Batang bambu muda yang muncul dari permukaan dasar rumpun disebut dengan rebung. Rebung biasanya tumbuh dari kuncup akar rimpang yang sudah tua kemudian membentuk tunas bambu yang memanjat menjadi buluh.

  • Daun

Tanaman bambu memiliki daun berbentuk seperti lanset dengan ujung yang meruncing, pangkal daun yang tumpul, tepi daun yang merata dan daging daun yang seperti kertas. Pada tanaman bambu, daunnya termasuk daun lengkap dengan bagian seperti pelepah dauh, tangkai daun dan helaian daun dengan tulang daun sejajar dan satu tulang bersar di tengah dengan tulang lain yang lebih kecil tumbuh sejajar dengan ibu tulang daun. Bagian atas dari daun tanaman bambu memiliki bulu halus dengan permukaan bawah juga memiliki bulu yang agak kasar. Tanaman bambu memiliki warna daun yang bagian permukaan atas berwarna hijau muda dengan warna hijau gelap di bagian permukaan bawah.

Baca Juga : Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Aren

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *