Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kakao

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kakao  – Tanaman kakao / theobroma cacao merupakan salah satu tanaman perkebunan yang dibudidayakan dan dikembangluaskan dalam rangka untuk tujuan meningkatkan pendapatan dan devisa negara selian sektor non migas. Tanaman kakao difokuskan pada bagian biji yang nantinya akan diolah menjadi cokelat yang digemari oleh semua masyarakat di dunia.

Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kakao
Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kakao

Jenis – jenis tanaman kakao yang dibudidayakan dan ditanam pada perkebunan pada umumnya adalah kakao jenis forastero, criollo, dan hibrida sedangkan pada perkebunan – perkebunan besar biasanya kakao dibudidayakan dari jenis mulia.

Adapun klasifikasi dan morfologi tanaman kakao adalah sebagai berikut :

Klasifikasi Pada Tanaman Kakao 

Kingdom Plantae
Divisi Spermatophyta
Sub divisi Angiospermae
Kelas Dicotyledoneae
Ordo Malvales
Famili Sterculiaceae
Genus Theobroma
Spesies Theobroma Cacao

 Ciri – Ciri Morfologi Pada Tanaman Kakao

1. Morfologi akar pada tanaman kakao

Morfologi tanaman kakao termasuk akar tunggang / radix primaria yang menancap dengan kuat pada tanah – tanah yang permukaan air tanahnya berada pada lereng – lereng gunung, akar tunggang ini akan tumbuh panjang dan bersifat lateral menembus sangat dalam ke dalam tanah dimana tanaman kakao ini ditanam.

Namun sebaliknya pada tanah dengan permukaan air tanahnya tinggi maka akar tunggang akan tumbuh tidak begitu dalam dan akar lateral berkembang mendekati permukaan tanah. Ukuran masing – masing akar tanaman kakao untuk panjang lurus ke bawah kira – kira 15 meter dan akar untuk ke samping sekitar 8 meter.

Akar tunggang ini memiliki bentuk kerucut panjang, tumbuh lurud ke bawah, bercabang – cabang banyak dan memiliki warna kecokelatan.

Baca Juga : Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Alpukat

2. Morfologi batang pada tanaman kakao

Batang – batang pada tanaman merupakan jenis pohon tahunan / perennial yang mana pada awal pertumbuhan, tanaman kakao ini dapat diperbanyak dengan cara – cara generatif (dengan biji) dan akan membentuk bagian utama sebelum tumbuh cabang – cabang primer. Cabang – cabang primer ini disebut dengan jorket / jorquette yang mana jorket ini tidak terdapat pada tanaman kakao yang diperbanyak dengan cara vegetatif.

Arah tumbuh pada cabang – cabang kakao ini adalah menuju ke atas / arthrotof dan sebagian lagi menuju ke samping / plagiotrof.

Dari batang utama sampai ke cabang – cabang tanaman kakao kerap ditumbuhi oleh tunas – tunas air yang menyerap energi dan lama – kelamaan jika dibiarkan akan mengurangi proses pembungaan dan pembuahan.

3. Morfologi daun pada tanaman kakao

Daun pada tanaman kakao adalah daun tunggal / folium simplek dengan bangun daun / circumscription memiliki bentuk bulat memanjang / oblongus yang memiliki ujung daun / apex folii dan pangkal daun / basis folii berbentuk meruncing / acuminatus, mempunyai tepi daun / margo folii berbentuk rata / integer serta memiliki pertulangan daun / nervatio / veneration bertulang menyirip / penninervis.

Di samping itu warna daun kakao adalah berwarna hijau memiliki daging daun / intervenum tipis seperti perkamen / perkamentus dan permukaan daun licin/ laevis.

4. Morfologi bunga pada tanaman kakao

Bunga pada tanaman kakao adalah termasuk ke dalam bunga sempurna karena mempunyai perhiasan bunga yaitu kelopak bunga / calyx dan mahkota bunga / corolla yang memiliki tangkai bunga / pedicelus serta menyimpan 2 kelamin bunga yaitu putik / pistillum dan benangsari / stamen.

Bunga pada tanaman ini memiliki sifat kauliflori yang artinya bunga tumbuh dan berkembang dari bekas ketiak daun pada batang dan cabang. Tempat tumbuh bunga bersangkutan semakin lama semakin membesar dan menebal atau biasa disebut dengan istilah bantalan bunga / cushioll.

Bunga kakao memiliki warna putih keunguan atau kemerahan. Warna – warna yang kuat terdapat pada benang sari dan daun mahkota dimana warna bunga ini adalah khas untuk setiap kultivar.

Tangkai bunga kecil dengan panjang berukuran 1 s/d 1,5 cm dengan daun mahkota terdiri atas dua bagian yaitu bagian pangkal berbentuk seperti kuku binatang / claw dan terdapat dua garis merah sedangkan bagian ujungnya berupa lembaran – lembaran tipis, fleksibel, dan memiliki warna putih.

5. Morfologi buah pada tanaman kakao

Buah kakao adalah termasuk ke dalam buah buni yang daging bijinya sangat lunak, yang mana diketahui bahwa kulit buah memiliki sepuluh alur dengan ukuran ketebalan antara 1 s/d 2 cm.

Warna buah kakao sangat beragam, tetapi dasarnya hanya ada 2 macam warna yaitu buah yang ketika masih muda berwarna hijau atau hijau agak putih namun jika sudah matang akan berwarna kuning. Sedangkan buah yang ketika muda berwarna merah maka setelah masak akan berwarna jingga, oranye.

Seperti dijelaskan tersebut di atas kulit buah memiliki 10 alur dalam dan dangkal yang letaknya berselang – seling yang mana pada tipe criollo dan trinitario alur menjadi kelihatan sangat jelas.

Kulit buahnya tebal namun lunak dan permukaannya kasar, sebaliknya pada tipe forastero, permukaan kulit buah pada umumnya halus / rata dengan kondisi kulit yang tipis. Buah akan masak setelah berumur enam bulan.

6. Morfologi biji pada tanaman kakao

Biji – biji pada tanaman kakao tidak memiliki masa dormansi sehingga tidak memungkinkan untuk menyimpan biji untuk benih dalam jangka waktu yang lama. Biji kakao diselimuti oleh lapisan lunak memiliki warna putih yang bercita rasa manis ketika sudah matang di pohon.

Lapisan lunak yang berwarna putih ini disebut pulp, nah pulp inilah yang akan menghambat proses perkecambahan sehingga pulp harus dihilangkan terlebih dahulu sebelum biji kakao akan dijadikan benih yang mana apabila pulp tidak dibuang maka akan mengalami proses fermentasi dan inilah yang menyebabkan kualitas biji kakao menjadi rusak.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang klasifikasi dan morfologi tanaman kakao, semoga bermanfaat bagi anda para pembaca.

Baca Juga : Cara Budidaya Jagung Manis

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *