Pengertian dan Efek Samping Kultur Jaringan

“Lihat kebunku

Penuh dengan bunga

Ada yang putih dan ada yang merah

Setiap hari ku siram semua

Mawar melati semuanya indah”

Tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan lagu di atas. Sejak kecil kita sudah dikenalkan dengan tumbuhan, dimulai dari pekarangan rumah kita sendiri. Dalam lagu tersebut, dikatakan bahwa kebunnya penuh dengan bunga. Bagaimana cara sebuah tanaman bisa memperbanyak diri dan memenuhi kebun kita, ya?

Sama seperti manusia, tanaman dapat bertambah jumlahnya atau memperbanyak diri dengan cara berkembang biak. Cara perkembangbiakan tanaman dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Generatif

Merupakan proses perkembangbiakan tumbuuhan secara pembuahan yang nantinya akan menghasilkan biji untuk penanaman tumbuhan yang baru.

  • Vegetatif

Merupakan proses perkembangbiakan tumbuhan secara aseksual. Pada jenis perkembangbiakan ini, tidak terjadi pembuahan.

Salah satu cara perkembangbiakan tanaman secara vegetatif adalah dengan metode kultur jaringan. Kultur jaringan adalah sebuah teknik perkembangbiakan tanaman dengan cara isolasi salah satu bagian tanaman (daun, mata tunas atau bagian lainnya) dalam kondisi aseptis (steril), yang nantinya bagian tanaman tersebut akan tumbuh menjadi sebuah tanaman baru yang lengkap.

Teknik budidaya tanaman dengan metode kultur jaringan ini dapat membuat tanaman yang baru memiliki sifat yang sama dengan tanaman induknya.

Selain itu, teknik ini juga dapat membuat tanaman tumbuh dalam waktu singkat dan terbebas dari virus penyebab penyakit pada tanaman, namun tentunya harus memperhatikan kondisi tanaman induknya yang harus dalam keadaan baik dan sehat.

Di samping itu, teknik kultur jaringan pun memiliki dampak negatif seperti, kesamaan sifat dengan tanaman induknya membuat teknik ini tidak dapat menghasillkan tanaman dengan sifat yang lebih baik (gabungan sifat baik antara kedua tanaman induknya). Selain itu, teknik kultur jaringan ini tidak dapat digunakan bagi kultur sel hewan karena hanya akan menghasilkan kultur embrio.

Nah, sekarang kita sudah tahu lebih banyak tentang kultur jaringan. Dengan mempertimbangkan dampak positif dan negatif yang dapat ditimbulkan, apakah kamu akan menggunakan teknik kultur jaringan dalam budidaya tanaman-tanaman di rumahmu?

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *