Pengertian dan Jenis Konflik

Pengertian dan Jenis KonflikKonflik berasal dari kata kerja Latin, yaitu configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok), ketika salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Konflik umumnya disebabkan oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut ada yang menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, dan lain sebagainya. Dengan keikutsertaan ciri-ciri individu yang sebenarnya tidak dapat dihindari dalam interaksi sosial, konflik adalah situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antaranggota atau dengan kelompok masyarakat lain. Konflik hanya akan hilang apabila masyarakat itu sendiri hilang.

Konflik bertentangan dengan integrasi (pembauran hingga  menjadi kesatuan yang utuh atau bulat). Konflik dan integrasi berjalan sebagai sebuah siklus dalam kehidupan bermasyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. Sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.

Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 7 macam :

  1. Konflik dalam peran sosial(intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga.
  2. Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antarkeluarga, antargeng).
  3. Konflik antara kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
  4. Konflik antarsatuan nasional (kampanye, perang saudara)
  5. Konflik agama
  6. Konflik politik.
  7. konflik individu dengan kelompok

Selain itu, terdapat berbagai macam konflik lainnya yang dikelompokkan dalam beberapa jenis sebagai berikut :

  1. Berdasarkan pihak yang terlibat

Konflik ini dibedakan dari jumlah pihak yang terlibat, apakah hanya individu, kelompok atau sampai sebesar organisasi.

  1. Berdasarkan fungsi

Konflik ini kerap terjadi dalam organisasi, dan dibedakan berdasarkan fungsinya yang akan memperkuat organisasi atau justru melemahkan hingga menghancurkan organisasi.

  1. Berdasarkan posisi pihak yang terlihat dalam organisasi

Dibedakan menjadi konflik antara orang dengan kedudukan setara, antara bawahan dengan atasan, dan konflik peran karena individu yang sama memiliki banyak peranan.

  1. Berdasarkan dampak yang timbul

Dibagi berdasarkan dampak konflik tersebut yang merugikan atau justru menguntungkan.

  1. Berdasarkan sumber konflik

Konflik yang terjadi karena adanya perbedaan tujuan, peranan, nilai, dan kebijakan.

  1. Berdasarkan bentuk

Terbagi menjadi konflik realistis yang terjadi karena kekecewaan individu atau kelompok atas tuntutannya, dan konflik nonrealistis yang terjadi karena kebutuhan yang meredakan ketegangan.

  1. Berdasarkan tempat terjadi

Dibagi berdasarkan tempat konflik yang dapat terjadi dalam kelompok (in-group) dan luar kelompok atau antarkelompok (out-group).

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *