Pengertian Lailatul Qadar

Pengertian Lailatul Qadar – Ketika bulan Ramadhan tiba, mungkin kita sering mendengar suatu istilah yang disebut dengan malam lailatul qadar. Lailatul Qadar telah menjadi salah satu keistimewaan di bulan Ramadhan.

Malam lailatul qadar adalah salah satu malam yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia. Pengertian lailatul qadar secara bahasa yaitu berasal dari bahasa arab yaitu Lailat Al- Qadar dimana artinya malam ketetapan.

Pengertian Malam Lailatul Qadar itu sendiri secara singkat dapat diartikan sebagai malam yang penuh keberkahan, kemuliaan, dan memiliki banyak sekali keistimewaan didalamnya.

Malam lailatul qadar seringkali disebut sebagai suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yang diperingati pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Dimana hal ini juga terdapat pada sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi “Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.”(Hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari no. 2020 dan Muslim no. 1169).

Ketika seorang muslim melakukan kebaikan-kebaikan terutama pada malam lailatul qadar tersebut maka nilainya atau pahalanya lebih baik dari mengerjakan kebaikan selama seribu bulan atau sekitar 83-84 tahun.

Ada beragam pendapat dari para ulama dalam  menentukan Lailatul Qadar. Diantara mereka ada yang mengatakan, malam Lailatul Qadar berlangsung pada malam ke-21, ke-23, ke-25, atau ke-27 bulan Ramadhan. Ada pula yang mengatakan, Lailatul Qadar terjadi pada malam gasal di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.

Namun, sebagian besar ulama mengatakan, bahwa Lailatul Qadar itu terjadi pada malam ke-29 di bulan Ramadhan. Dalam beberapa dalil hadist diberitahukan mengenai tanda-tanda tentang datangnya malam Lailatul Qadar. Tanda Lailatul Qadar adalah:

  1. Udara dan suasana pagi hari tampak tenang dan damai. Dikisahkan oleh Ibnu Abbas radiyallahu’anhu. Rasulullah SAW bersabda :”Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah”. 
  2. Cahaya matahari bersinar cerah tapi terasa melemah dan tidak terlalu panas keesokan harinya. Tanda ini dikisahkan Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu : “Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan.”
  3. Malam lailatul qadar adalah suatu keadaan malam yang sifatnya tenang, udaranya tidak dingin, tidak pula berawan, tidak hujan dan juga tidak panas, tidak ada angin kencang. Suasanyanya benar-benar hening.
  4. Disaat datangnya malam lailatul qadar tersebut, pada malam itu bila kita beribadah maka ibadah kita akan semakin terasa nikmat dan khusyu dikarenakan adanya ketenangan hati yang kita rasakan serta kenikmatan dalam bermunajat kepada Allah SWT dan mendapatkan suatu kesan yang berbeda dari  malam-malam lainnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *