Asal Usul dan Sejarah Kerajaan Demak

Kerajaan Demak pada awal berdiri hanyalah sebuah Kadipaten yang terletak di bawah kekuasaan dari Kerajaan Majapahit. Saat Kerajaan Majapahit mengalami keruntuhan maka Demak memutuskan untuk memisahkan diri saja dari ibukota Kerajaan Majapahit (saat ini ada di daerah Bintoro).

Asal Usul dan Sejarah Kerajaan Demak
Asal Usul dan Sejarah Kerajaan Demak

Kerajaan Demak adalah Kerajaan Islam pertama yang berlokasi di Pulau Jawa. Memiliki daerah kekuasaan dari Kerajaan Demak yang mencakup Banjar, Palembang, dan Maluku serta dibagian utara Pantai Pulau Jawa.

Baca Juga : Sejarah Kerajaan Champa Vietnam

Kerajaan Demak didirikan pertama kali oleh Raden Patah yang mempunyai wilayah cukup luas dan sangat stratgeis yaitu berlokasi diantara Pelabuhan Bergota dari Kerajaan Mataram Kuno dan Jepara, dimana kedua tempat inilah yang menjadikan Demak sebagai sebuah kerajaan yang berpengaruh besar di Nusantara.

Raden Patah adalah Putra Mahkota keturunan dari keluarga besar Kerajaan Majapahit dengan Ibunda adalah seorang Putri Kerajaan yaitu dari Kerajaan Campa.

Kerajaan Demak merupakan salah satu Kerajaan Islam pertama berdiri di Pulau Jawa, dimana diketahui bahwa kerajaan ini memegang peranan yang sangat penting dalam upaya menyebarkan ajaran Agama Islam ke seluruh wilayah Nusantara (jika memungkinkan).

Seperti dijelaskan tersebut di atas, kerajaan ini adalah sebuah Kadipaten kecil dari Kerajaan Majapahit dimana dengan kondisi Kerajaan Majapahit yang mengalami kemunduran dan keruntuhan dalam kancah peperangan di seluruh wilayah Nusantara maka Kadipaten Demak memberanikan diri dan penuh percaya diri untuk tumbuh menjadi sebuah kerajaan dengan sebagian besar rakyatnya adalah pemeluk ajaran Agama Islam di tanah Jawa.

Perkembangan selanjutnya,  Demak mampu tumbuh menjadi sebuah Kerajaan Islam terbesar yang pernah ada di Nusantara.

Peninggalan – Peninggalan Kerajaan Demak

Secara resmi Kerajaan Demak berdiri sekitar tahun 1475 dimana bukti – bukti sejarah mencatat tentang keberadaan kerajaan ini di masa lalu sudah cukup jelas mengisahkan tentang kejayaan dan kebesaran ajaran Agama Islam yang dianut oleh rakyat Kerajaan Demak.

Beberapa bukti lain yang memperkuat keberadaan Kerajaan Demak di masa lalu adalah dengan adanya peninggalan – peninggalan berupa bangunan – bangunan bersejarah atau benda – benda tertentu hingga saat ini masih terpelihara dengan baik meskipun ada beberapa kerusakan karena usia peninggalan bersejarah ini sudah sangat tua.

Bangunan atau benda peninggalan yang dimaksud tersebut di atas adalah Masjid Agung Demak, Soko Guru, Pintu Bledeg, Bedug dan Kentongan, juga situs Kolam Wudhu serta Maksurah yang dihiasi oleh pahatan – pahatan atau ukiran – ukiran indah khas Islam masa purba.

1. Masjid Agung Demak

Peninggalan Kerajaan Demak terbesar dan paling terkenal di sepanjang zaman adalah Masjid Demak dimana bangunan ini didirikan pertama kali oleh kelompok Walisongo sekitar tahun 1479 hingga saat ini masih berdiri kokoh dan kuat meskipun pada beberapa bagian sudah berulang kali mengalami renovasi.

Bangunan ini bisa dijadikan sebagai salah satu bukti nyata bahwa Kerajaan Demak pada masa silam pernah menjadi salah satu bukti bahwa Kerajaan Demak adalah menjadi salah satu pusat pengajaran dan penyebaran ajaran Agama Islam terbesar di Jawa. Yang terlihat unik dan khas di area taman masjid adalah banyak tumbuh Tanaman Pinang yang pada masa lalu dimanfaatkan sebagai obat herbal. Apabila anda tertarik untuk melihat – lihat keunikan dari taman masjid, arsitektur yang mengandung nilai – nilai filosofi di dalamnya, adat dan budaya dari warga Muslim di masa lalu maka bisa berkunjung ke sini yang berlokasi di Desa Kauman, Demak, Jawa Tengah.

2. Pintu Bledek

Di dalam Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa Bledek mengandung arti petir atau halilintar, maka dari itu ‘Pintu Bledek’ dapat diartikan sebagai Pintu Halilintar / Pintu Petir yang terbuat dari bahan – bahan berat dimana jika ditutup dengan ‘cara kasar’ maka akan menimbulkan suara ‘bergeletar’ yang cukup keras dan dapat membuat seseorang yang kebetulan mendengar menjadi khawatir dan takut.

Pintu yang dimaksud dibuat oleh Ki Ageng Selo sekitar tahun 1466 yang berfungsi sebagai pintu utama dari Masjid Agung Demak. Nah berdasarkan atas cerita legenda yang beredar dari zaman purba, pintu yang berukuran cukup luas ini memang sengaja diberi nama Pintu Bledek oleh sang pencipta karena selama proses pembuatannya yang agak rumit dalam hal pahatan dan ukiran di atas kayu mendapatkan bantuan supranatural dari kekuatan alam yaitu petir / halilintar yang menyambar ketika sedang musim hujan dimana pada saat itu Ki Ageng Selo sedang mempersiapkan untuk membuat sebuah pintu istimewa guna pelengkap bangunan masjid.

Saat ini kondisi Pintu Bledek sudah berusia sangat tua sehingga tidak lagi mampu berfungsi sebagai pintu utama masjid. Maka dari itu sudah dimuseumkan sebagai salah satu koleksi peninggalan Kerajaan Demak dan kini disimpan di dalam salah satu ruang Masjid Agung Demak.

3. Soko Guru Dan Soko Tatal

Pengertian dari Soko Guru adalah bangunan berupa tiang yang memiliki diameter rata – rata mencapai ukuran 1 meter yang berfungsi sebagai media penyangga agar bangunan Masjid Demak mampu berdiri tegak dan kokoh.

Ada 4 buah Soko Guru yang digunakan sebagai penyangga masing – masing sudut dari Masjid Demak dimana berdasarkan atas cerita legenda, keempat Soko Guru tersebut dibuat oleh Kanjeng Sunan Kalijaga seorang diri.

Ketika seluruh bangunan masjid sudah selesai dan siap untuk berdiri, Sang Sunan baru mampu menyelesaikan 3 buah tiang dengan sempurna, karena syarat utama harus ada 4, maka Sunan Kalijaga dengan bantuan dari kekuatan spiritualnya terpaksa menyambung sisa – sisa ‘tatal’ atau potongan – potongan kayu yang masih dalam kondisi bagus menjadi sebatang Soko Tatal alias Soko Guru yang dibuat dari bahan tatal.

4. Bedug Dan Kentongan

Bedug dan kentongan terdapat di area depan dari Masjid Agung Demak yang merupakan salah satu peninggalan bersejarah Kerajaan Demak di masa lampau tidak boleh dilupakan begitu saja meskipun memiliki bentuk berukuran kecil dan biasa – biasa saja.

Kedua alat yang bersangkutan berfungsi sebagai media untuk memanggil dan mengumpulkan masyarakat sekitar masjid agar segera datang dan berkumpul guna melakukan Sholat 5 waktu setelah suara Adzan berkumandang. Khususnya Kentongan memiliki fungsi filosofi yaitu apabila dipukul berkali – kali dalam irama tertentu maka warga sekitar wajib segera datang guna melakukan Sholat 5 waktu.

5. Situs Kolam Wudlu 

Situs ini dibuat bersamaan dengan berdirinya bangunan utama Masjid Demak. Pada jaman dahulu berfungsi sebagai tempat berwudlu bagi para Santri atau Musyafir yang kebetulan sedang berkunjung ke masjid guna melakukan Sholat. Karena berusia sangat tua maka tempat ini sudah tidak difungsikan lagi untuk kegiatan berwudlu sehingga hanya boleh dilihat dari luar pagar pembatas saja sebagai salah satu benda peninggalan sejarah.

Peninggalan bersejarah lainnya yang dapat menunjukkan tentang asal – usul berdirinya Kerajaan Demak adalah Maksurah yaitu dinding berhiaskan ukiran kaligrafi dalam bentuk tulisan – tulisan Arab menghiasi bangunan utama Masjid Demak. Maksurah dibuat sekitar tahun 1866 M tepatnya ketika Putra Mahkota Aryo Purbaningrat menjabat sebagai Adipati Demak. Tulisan – tulisan dalam kaligrafi yang dimaksud adalah bermakna tentang Allah Yang Esa dan Maha Besar.

Selanjutnya adalah Dampar Kencana merupakan singgasana dari para Sultan yang sedang berkuasa pada masa itu, di dalam perkembangan selanjutnya difungsikan menjadi Mimbar Khutbah di Masjid Agung Demak. Hingga saat ini Dampar Kencana masih terawat dengan rapi meskipun sudah tidak bisa dipakai lagi karena berusia tua dan disimpan di dalam tempat penyimpanan benda – benda keramat di salah satu ruang dari Masjid Demak.

Terakhir adalah Piring Campa merupakan piring antik yang terbuat dari bahan kaca keramik sebagai pemberian hadiah dari seorang Putri Campa yang tak lain adalah Ibunda dari Raden Patah. Seperangkap piring ini memiliki jumlah sekitar 65 buah. Sebagian dipasang sebagai hiasan dinding pada salah satu ruang utama Masjid, dan sisanya dipasang di tempat para Imam.

Demikianlah Asal Usul dan Sejarah Kerajaan Demak disertai peninggalan bersejarah yang menjelaskan dan membuktikan tentang keberadaan Kerajaan Islam terbesar di Pulau Jawa tersebut di atas, semoga bermanfaat untuk memperkaya wawasan terhadap sejarah kerajaan – kerajaan besar di Nusantara pada masa lampau.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *