Tujuan, Fungsi, Manfaat dan Prinsif SOP

Tujuan, Fungsi, Manfaat dan Prinsif SOP – Menjaga konsistensi kerja setiap petugas, pegawai, tim, dan semua unit kerja. Memperjelas alur tugas, wewenang, serta tanggung jawab setiap unit kerja.

Lebih memudahkan dalam proses pemberian tugas serta tanggung jawab kepada pegawai yang menjalankannya. lebih mudah melakukan proses monitoring dan fungsi control dari setiap proses kerja.

Fungsi SOP sebagai berikut :

  1. Lebih memperlancar tugas dari petugas/pegawai atau tim/unit kerja.
  2. Menjadi pedoman hukum bila terjadi penyimpangan atau kesalahan prosedur.
  3. Dapat mengetahui dengan jelas kendala-kendala dari sebuah proses dan mudah dilacak.
  4. Mewajibkan seluruh petugas atau pegawai untuk sama-sama tetap disiplin dalam bekerja.
  5. Sebagai dasar pedoman dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari.

Dalam menjalankan tugas-tugas yang ada perusahaan , peran pegawai memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat signifikan. karenanya semua perusahan atau organisasi sangat diperlukan standar-standar operasi prosedur sebagai acuan kerja secara sungguh-sungguh untuk menjadi sumber daya manusia handal, profesional sehingga dapat mewujudkan sasaran dan tujuan yang akan dicapai oleh perusahaan.

Manfaat dari SOP sebagai berikut :

Berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh  menteri pendayagunaan aparatur negara (Permenpan No.PER/21/M-PAN/11/2008),  manfaat dari SOP secara global bagi organisasi atau perusahan sebagai berikut:

  1. Sebagai standarisasi cara yang dilakukan pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan khusus, mengurangi kesalahan dan kelalaian.
  2. SOP membantu staf menjadi lebih mandiri dan tidak tergantung pada intervensi manajemen, sehingga akan mengurangi keterlibatan pimpinan dalam pelaksanaan proses sehari-hari.
  3. Meningkatkan akuntabilitas dengan mendokumentasikan tanggung jawab khusus dalam melaksanakan tugas.
  4. Melahirkan sebuah ukuran standar kinerja yang akan memberikan pegawai. cara konkret untuk memperbaiki kinerja serta membantu mengevaluasi usaha yang telah dilakukan.
  5. Membuat bahan-bahan training yang dapat membantu pegawai baru untuk cepat melakukan tugasnya.
  6. Menunjukkan kinerja bahwa organisasi efisien dan dikelola dengan baik.
  7. Mempersiapkan pedoman bagi setiap pegawai di unit pelayanan dalam melaksanakan pemberian pelayanan sehari-hari.
  8. Menghindari tumpang tindih pelaksanaan tugas pemberian pelayanan.
  9. Membantu penelusuran terhadap kesalahan-kesalahan prosedural dalam memberikan pelayanan. Menjamin proses pelayanan tetap berjalan dalam berbagai situasi.

Prinsip dari SOP sebagai berikut :

Berdasarkan peraturan mentri pendayagunaan aparatur negara  (PERMENPAN PER/21/M-PAN/11/2008) Menyatakan bahwa susunan dari SOP haruslah memenuhi prinsip-prinsip diantaranya:

  • kemudahan dan kejelasan
  • efisien dan efektivitas
  • keselarasan,
  • keterukuran,
  • dinamis,
  • berorientasi pada pengguna,
  • kepatuhan hukum dan kepastian hukum.
Tags:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *